Salah satu agenda riset yang mulai saya susun untuk periode 2025–2030 adalah pengembangan sistem Closed-Loop Geothermal Organic Rankine Cycle (ORC), atau yang sering disebut sebagai geothermal heat loop. Sistem ini dirancang untuk memanfaatkan panas bumi bertemperatur rendah hingga menengah tanpa perlu mengambil fluida langsung dari dalam tanah.
Dalam sistem ini, pipa tertutup yang diisi fluida kerja digunakan untuk menyerap panas dari bumi. Panas tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalui siklus ORC. Karena tidak melibatkan ekstraksi fluida atau injeksi ulang ke dalam formasi geologi, sistem ini dinilai lebih ramah lingkungan, aman bagi sumber air bawah tanah, dan cocok diterapkan di wilayah yang tidak memiliki sumber hidrotermal aktif seperti gunung berapi.
Riset ini mencakup kajian efisiensi termal, pemilihan fluida kerja yang optimal, desain modular sistem, serta pemanfaatan panas sisa untuk aplikasi langsung seperti pemanas air atau pengering hasil pertanian. Pendekatan ini membuka peluang besar bagi negara-negara tropis yang minim manifestasi geotermal permukaan namun memiliki gradien panas bumi yang dapat dimanfaatkan.
Menariknya, saat ini saya telah berdiskusi dengan Prof. Alessandro Romagnoli dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang juga tengah mengembangkan riset serupa. Beliau bahkan sedang mencari kandidat mahasiswa asal Indonesia yang berminat melanjutkan studi S3 dengan dukungan beasiswa Pemerintah Singapura dalam bidang thermal modelling, simulasi, maupun eksperimen geothermal energy.
Meskipun Singapura tidak memiliki gunung berapi aktif atau sumber hidrotermal besar, terdapat satu manifestasi air panas alami yang menjadi titik awal pengembangan sistem geothermal tertutup ini. Kondisi tersebut menjadikan konsep closed-loop ORC sangat relevan dan strategis untuk dikembangkan di sana.
Bagi mahasiswa atau peneliti muda Indonesia yang tertarik untuk terlibat dalam riset ini, baik sebagai bagian dari tim riset maupun kandidat S3, saya dengan senang hati akan membantu menghubungkan dengan tim Prof. Romagnoli.
Semoga langkah kecil ini menjadi kontribusi nyata dalam mengembangkan energi bersih yang berkelanjutan.